Beberapa masalah berkaitan dengan Nur Muhammad dalam kaitannya dengan Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal) yang saya ingin mencari penjelasannya ialah:
pertama-tama Pangestu sebagai salah satu aliran kebatinan Jawa memiliki karakteristik pemikiran yang unik, kerana sebagai kebudayaan spiritual ia merupakan eksponen sinkretisme
yang secara historis telah berakar dalam sejarah kebudayaan beragama di Indonesia dalam masa yang sangat panjang, ia diperkaya oleh pelbagai unsur kebudayaan spiritual, khususnya tentang pikiran falsafah dari agama yang mendahuluinya, termasuk Islam dan Kristian.
Kedua, pemahaman tentang Nur Muhammad dalam tasawuf misalnya, oleh pangestu disamakan dengan konsep Suksma Sejati dan Kristus dalam teologi Kristian. Hal inilah antara yang menyebabkan Pangestu oleh sebagahagian orang dianggap sebagai kebatinan yang dekat kepada Kristian. Padahal di sisi lain menurut penulis, pemikiran mistik kebatinan Pangestu bahkan banyak dipengaruhi oleh tasawuf Islam, apalagi kalau melihat etimologi dan terminologi yang dipakainya.
Terakhir, bahawa Pangestu sebagai kebatinan pada intinya adalah mistik atau mistisisme. Ia berpandangan bahawa segala sesuatu itu satu. Manusia dipandang sebagai pancaran daripada zat Tuhan, yang secara struktural dan fungsional terdiri dari tiga bentuk keadaan yang saling berhubungan dengan erat sekali. Bentuk-bentuk keadaan itu ialah keadaan yang wadag kasar (berjasad kasar), keadaan yang wadag halus (berjasad halus), dan keadaan yang tanpa jasad (immaterial). Keadaan yang terakhir dikatakan sebagai yang menghubungkaitkan manusia dengan Tuhan sehingga ia mampu berada sangat dekat dengan Tuhan atau bahkan menyatu dengan Tuhan.
Mohon sharing.............
